Translate

Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan anda dalam bertransaksi dikarenakan untuk pemesanan lewat email belum bisa kami wujudkan, untuk itu harap maklum.terima kasih.

Film Tembang Lingsir Produksi Dee Company dengan sutradara Rizal Mantovani dibintangi artist cilik multitalent Candace Gabriel Bianca.

Film Tembang Lingsir Produksi Dee Company dengan sutradara Rizal Mantovani dibintangi artist cilik multitalent Candace Gabriel Bianca.

๐ŸŽต Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja.
Indahnya saat itu buatku melambung.
Disisimu terngiang ...

Lingsir wengi 
sepi durung biso nendro 
kagodho mring wewayang 
kang ngerindhu ati

“Candace, dengar suara tadi engga?”

“Apa Aunty, Lovender?”

Bulu kuduk merinding.

“Engga apa-apa, Aunty mau lanjut nembang lagi.”

Candace mesam-mesem di pojokkan lihat aku yang agak parno.

๐ŸŽต Hangat napas segar harum ...

Dengus dengus, bau kemenyan. Makin merinding disco sampai bulu ketiak juga ikutan keriting.

Kawitane 
mung sembrono njur kulino 
ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno

Terdengar kembali tembang lingsir wengi, ku rasakan ada yang mencolak-colek pundakku dari belakang. Setahuku, tidak ada siapa pun di sana. Dengan sisa tenaga yang mulai tergulai lemas ku beranikan diri menoleh ke belakang.

Dan ...

“Aaa ....”

Aku lari sambil berteriak kaget campur takut. Seluruh ruangan studio mentertawakanku. Mungkin mereka berpikir aku sudah gila mendadak lari terbirit-birit. Mereka lupa, kalau aku termasuk anak indigo dan sering kali melihat kehadiran makhluk astral selama shooting setiap malam. Di balik jendela, ku mulai mengintip masih kah ada sosok itu?

Bola mataku mencari ke setiap sudut di luar tunggu studio, namun makhluk berwujud anak kecil bule dengan wajah seram itu sudah tidak ada dan yang tersisa hanya semerbak kemenyan yang hampir mengalahkan parfum di ruangan ini.

“Syukurlah,” menghela napas panjang.

“Kau mencariku?” terdengar suara anak kecil dengan suara yang membuatku nyaris mengompol malam ini.
Sosok itu kini sudah berada tepat di ujung hidungku dan aku pun mematung.

Tseerrr ... ku rasakan cairan hangat sudah membasahi legging dan gamisku.

Terdengar suara tertawa sangat lepas memekakan telinga dan membuatku tersadar, “aku pipis di celana.”
Anak kecil itu pun loncat kegirangan berhasil mengerjai
Tantenya hingga mengompol

"Dasar kuntilanak cilik! Jahat lo semua!”

Aku berlari ke luar studio sambil menangis dan menahan malu. Bayangin aja, di sana ada teman-teman artist, sutradara bahkan produser, “Mau ditaruh di mana mukaku?”

Tok tok tok.
Ada yang mengentuk pintu kamar mandi saat ku ganti pakaian yang basah.

“Tante, maafin Candace ya ...”

Rupanya anak bule itu menyusulku.

“Bodo amat!” keluhku dalam hati karena kesal.

Ceklek, suara kunci terbuka begitu pun pintunya.

Candace langsung melukin aku dengan wajah tanpa dosa, “Serius, aku melting dbuatnya.”

“Engga usah akting deh, kagak mempan!” pura-pura marah.

Matanya mulai berkaca-kaca.

“Huuaaa ...” nangis kejer.

“Lha, sekarang kenapa gue yang jadi tersangkanya? Neh bocah malah mewek!”

Orang-orang datang ke kamar mandi dengan tatapan kayak orang nagih utang kagak bayar-bayar!

“Berabe urusannya kalau gini, panjang dah masalahnya!” batinku menggerutu.

“Cep ... cep ... cep ..., nanti Tante beliin coklat atau es krim ya. Kalau nangis nanti cantiknya hilang beneran jadi kuntilanak loh Candace,” rayuku.

“Engga mau!”

“Aduh! Terus maunya apa?” garuk-garuk kepala.

“Beliin mainan lol!”

“Astaga naga bonar berkoar-koar itu harganya 3 kali gaji honor Tante di kampung,” nangis dalam hati.

“Biarin, suruh siapa engga jadi artist lagi,” menjulurkan lidah (meledekku).

“Iya deh. Resiko disuruh nikah belum ada jodoh jadi aja dipingit kagak boleh shooting lagi, hiks.”

“Ya udah yuk balik studio lagi,” ajak Momy Candace.

“Kak, aku penasaran itu tadi maksudnya apa ya? Candace jadi setan sambil nembang jawa. Iihhh ... serem itu kan buat manggil kuntilanak.”

“Haha iya Love, itu film terbaru Candace Gabriel judulnya Tembang Lingsir.”

“Wah seru tuh, boleh tau engga ceritanya gimana?”

“Boleh, yuk kita nonton bareng waktu Candace shooting. Aku ada videonya nih.”

Beberapa menit kemudian.

“Keren ya aktingnya Candace, filmnya juga.”

“Iya dong pastinya, jangan lupa nonton ya ...”

“Kapan tayang?”

“Tayang perdana 31 Januari 2019 di seluruh bioskop se-indonesia.”

“Asik, aku mau spoiler filmnya boleh ya, Kak?”

“Boleh banget, kamu kan dapat undangan nonton Gala Premiere Tembang Lingsir tanggal 24 januari 2019 di Plaza Senayan XXI pukul 20.30 WIB, datang yaaa ...."

“Pasti.”

Nah guys, aku kasih spoilernya Tembang Lingsir Film garapan Om Rizal Mantovani produksi Dee Company.

Read this out ...

Candace Gabriel Bianca berperan sebagai Mala kecil yang kehilangan suaranya waktu insiden kebakaran yang menewaskan ibunya. Ia diajarkan tembang itu semasa kecil oleh ibunya dan terus terngiang hingga dewasa.

Sepeninggal ibunya, Mala dewasa (Marsha Aruan) tinggal di rumah Om Gatot, pamannya (Teuku Rifnu Wikana) dan istrinya Tante Gladys (Meisya Siregar) bersama kedua anaknya (Daisy dan Ronald). Daisy merasa terganggu dengan kehadiran Mala yang dianggap aneh dan kampungan sementara Ronald senang dengan kehadirannya karena memang tak akrab dengan kakaknya.

Sejak kehadiran Mala di rumah mereka, suasananya berubah menjadi horor dan pembantu mereka (Mbok Rahma) menuduhnya penyebab semua itu. Ternyata Mala memiliki saudara kembar fraternal yang tak pernah dikenal sebelumnya dan menganggap rumah itu memiliki rahasia.

Penasaran sama rahasia yang ada di rumah mereka juga kembaran Mala? Saksikan Filmnya guys di seluruh bioskop se-indonesia mulai tanggal 31 Januari 2019.
Ingat ya, Tembang Lingsir!

Hari ini (24 Januari 2019) Gala Premiernya loh di Plaza Senayan XXI Jakarta pukul 20.30 WIB, jadi buat kalian yang mau nonton bareng dan foto bareng Candace Gabriel Bianca dan para artis lainnya, buruan beli ticketnya sebelum kehabisan yaa ....




Film Tembang Lingsir Produksi Dee Company dengan sutradara Rizal Mantovani dibintangi artist cilik multitalent Candace Gabriel Bianca.

๐ŸŽต Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja.
Indahnya saat itu buatku melambung.
Disisimu terngiang ...

Lingsir wengi 
sepi durung biso nendro 
kagodho mring wewayang 
kang ngerindhu ati

“Candace, dengar suara tadi engga?”

“Apa Aunty, Lovender?”

Bulu kuduk merinding.

“Engga apa-apa, Aunty mau lanjut nembang lagi.”

Candace mesam-mesem di pojokkan lihat aku yang agak parno.

๐ŸŽต Hangat napas segar harum ...

Dengus dengus, bau kemenyan. Makin merinding disco sampai bulu ketiak juga ikutan keriting.

Kawitane 
mung sembrono njur kulino 
ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno

Terdengar kembali tembang lingsir wengi, ku rasakan ada yang mencolak-colek pundakku dari belakang. Setahuku, tidak ada siapa pun di sana. Dengan sisa tenaga yang mulai tergulai lemas ku beranikan diri menoleh ke belakang.

Dan ...

“Aaa ....”

Aku lari sambil berteriak kaget campur takut. Seluruh ruangan studio mentertawakanku. Mungkin mereka berpikir aku sudah gila mendadak lari terbirit-birit. Mereka lupa, kalau aku termasuk anak indigo dan sering kali melihat kehadiran makhluk astral selama shooting setiap malam. Di balik jendela, ku mulai mengintip masih kah ada sosok itu?

Bola mataku mencari ke setiap sudut di luar tunggu studio, namun makhluk berwujud anak kecil bule dengan wajah seram itu sudah tidak ada dan yang tersisa hanya semerbak kemenyan yang hampir mengalahkan parfum di ruangan ini.

“Syukurlah,” menghela napas panjang.

“Kau mencariku?” terdengar suara anak kecil dengan suara yang membuatku nyaris mengompol malam ini.
Sosok itu kini sudah berada tepat di ujung hidungku dan aku pun mematung.

Tseerrr ... ku rasakan cairan hangat sudah membasahi legging dan gamisku.

Terdengar suara tertawa sangat lepas memekakan telinga dan membuatku tersadar, “aku pipis di celana.”
Anak kecil itu pun loncat kegirangan berhasil mengerjai
Tantenya hingga mengompol

"Dasar kuntilanak cilik! Jahat lo semua!”

Aku berlari ke luar studio sambil menangis dan menahan malu. Bayangin aja, di sana ada teman-teman artist, sutradara bahkan produser, “Mau ditaruh di mana mukaku?”

Tok tok tok.
Ada yang mengentuk pintu kamar mandi saat ku ganti pakaian yang basah.

“Tante, maafin Candace ya ...”

Rupanya anak bule itu menyusulku.

“Bodo amat!” keluhku dalam hati karena kesal.

Ceklek, suara kunci terbuka begitu pun pintunya.

Candace langsung melukin aku dengan wajah tanpa dosa, “Serius, aku melting dbuatnya.”

“Engga usah akting deh, kagak mempan!” pura-pura marah.

Matanya mulai berkaca-kaca.

“Huuaaa ...” nangis kejer.

“Lha, sekarang kenapa gue yang jadi tersangkanya? Neh bocah malah mewek!”

Orang-orang datang ke kamar mandi dengan tatapan kayak orang nagih utang kagak bayar-bayar!

“Berabe urusannya kalau gini, panjang dah masalahnya!” batinku menggerutu.

“Cep ... cep ... cep ..., nanti Tante beliin coklat atau es krim ya. Kalau nangis nanti cantiknya hilang beneran jadi kuntilanak loh Candace,” rayuku.

“Engga mau!”

“Aduh! Terus maunya apa?” garuk-garuk kepala.

“Beliin mainan lol!”

“Astaga naga bonar berkoar-koar itu harganya 3 kali gaji honor Tante di kampung,” nangis dalam hati.

“Biarin, suruh siapa engga jadi artist lagi,” menjulurkan lidah (meledekku).

“Iya deh. Resiko disuruh nikah belum ada jodoh jadi aja dipingit kagak boleh shooting lagi, hiks.”

“Ya udah yuk balik studio lagi,” ajak Momy Candace.

“Kak, aku penasaran itu tadi maksudnya apa ya? Candace jadi setan sambil nembang jawa. Iihhh ... serem itu kan buat manggil kuntilanak.”

“Haha iya Love, itu film terbaru Candace Gabriel judulnya Tembang Lingsir.”

“Wah seru tuh, boleh tau engga ceritanya gimana?”

“Boleh, yuk kita nonton bareng waktu Candace shooting. Aku ada videonya nih.”

Beberapa menit kemudian.

“Keren ya aktingnya Candace, filmnya juga.”

“Iya dong pastinya, jangan lupa nonton ya ...”

“Kapan tayang?”

“Tayang perdana 31 Januari 2019 di seluruh bioskop se-indonesia.”

“Asik, aku mau spoiler filmnya boleh ya, Kak?”

“Boleh banget, kamu kan dapat undangan nonton Gala Premiere Tembang Lingsir tanggal 24 januari 2019 di Plaza Senayan XXI pukul 20.30 WIB, datang yaaa ...."

“Pasti.”

Nah guys, aku kasih spoilernya Tembang Lingsir Film garapan Om Rizal Mantovani produksi Dee Company.

Read this out ...

Candace Gabriel Bianca berperan sebagai Mala kecil yang kehilangan suaranya waktu insiden kebakaran yang menewaskan ibunya. Ia diajarkan tembang itu semasa kecil oleh ibunya dan terus terngiang hingga dewasa.

Sepeninggal ibunya, Mala dewasa (Marsha Aruan) tinggal di rumah Om Gatot, pamannya (Teuku Rifnu Wikana) dan istrinya Tante Gladys (Meisya Siregar) bersama kedua anaknya (Daisy dan Ronald). Daisy merasa terganggu dengan kehadiran Mala yang dianggap aneh dan kampungan sementara Ronald senang dengan kehadirannya karena memang tak akrab dengan kakaknya.

Sejak kehadiran Mala di rumah mereka, suasananya berubah menjadi horor dan pembantu mereka (Mbok Rahma) menuduhnya penyebab semua itu. Ternyata Mala memiliki saudara kembar fraternal yang tak pernah dikenal sebelumnya dan menganggap rumah itu memiliki rahasia.

Penasaran sama rahasia yang ada di rumah mereka juga kembaran Mala? Saksikan Filmnya guys di seluruh bioskop se-indonesia mulai tanggal 31 Januari 2019.
Ingat ya, Tembang Lingsir!

Hari ini (24 Januari 2019) Gala Premiernya loh di Plaza Senayan XXI Jakarta pukul 20.30 WIB, jadi buat kalian yang mau nonton bareng dan foto bareng Candace Gabriel Bianca dan para artis lainnya, buruan beli ticketnya sebelum kehabisan yaa ....




Colek Gambar Dibawah Untuk Melacak Pengiriman


 
Copyrigth 2017 GTP ( Grup Gemar Tani Dan Ternak Ponorogo) | Design By Iyan Feris | Powered by Blogger.com
Template modified by: GTP Crew
Chat Room

Kamu bisa chat bareng Admin di sini dengan Messenger,
Terima kasih.

Chat on Messenger